Skip to main content

Haram • Aulia Izzatunisa

Ketika kau tau bahwa....
.
Riba itu haram..
Tabarruj itu haram..
Safar tanpa mahrom itu haram..
Berikhtilath (Bercampur baur laki-laki perempuan tanpa mahrom) itu haram..
Musik itu haram..
Zina itu haram..
Khamr itu haram...
.
Semua keharaman adalah larangan dari Allaah.. Bukan karangan manusia.. .
Maka sekali-kali kau tidak akan mengatakan orang yang menghindari keharaman tersebut, sebagai orang yang terlalu fanatik, extrem, gak asik, tidak bisa berbaur dan membatasi diri dengan lingkungan dan sebagainya...
.
Karena Haram tetaplah haram tidak akan dapat diubah menjadi halal. Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus, tidak ada dosa kecil jika tidak ada rasa takut saat melakukannya dan tidak ada dosa besar jika terus bertaubat kepada Allaah..
.
Kenali agamamu, karena agama Islam bukan hanya mengatur hubungan bathinmu dengan Allaah saja tapi menyangkut seluruh aspek kehidupan sampai bagaimana adab membuang hajat, bersin, menguap, makan, tidur seluruhnya diajarkan dalam agama Islam...
.
Kenali dan pelajari agamamu, dengan begitu Kau akan diberikan jalan dan pemahaman sehingga dapat membedakan segala hukum dalam syariat.
.
Kelak Kau akan mengerti, bahwa tidak ada yang fanatik dalam beragama, ketika kau paham bahwa itu semua adalah konsekuensi yg harus kau jalankan saat kau tau hukum-hukumnya maka kau akan bersikap sami'na wa atho'na ( Kami dengar dan Kami taati ), bukan kami dengar lalu kami timbang- timbang dulu dengan logika kami bila sesuai baru kami taati bila tidak sesuai maka kami abaikan...
.
Tidak bukan seperti itu.. .
Jadikan urusan dunia ada ditanganmu bukan dihatimu, urusan akhirat sangatlah panjang, waktu kita sangatlah singkat jika hanya dipakai memfokuskan diri pada dunia...
Kejarlah ridho Allaah jangan tunggu besok tapi SEKARANG.. Rezeki dan umur kita adalah apa yang kita nikmati detik ini, sedangkan detik berikutnya adalah rahasia Allaah.
.
Wallahu a'lam bishowab.
.

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Resep Ayam Geprek Kuning - Marimasak

AYAM GEPREK KUNING . Marimasak . Bahan: Dada ayam, cuci bersih, di potong2 Bumbu marinasi ayam dihaluskan : (sy marinasi 1 jam, ayam boleh di tempatkan di lemari es) 5 siung bawang putih 2 ruas kunyit 1 sdt garam 1 sdt ketumbar 2 sdt air jeruk nipis . Bumbu pencelup: (aduk rata) 100 gr tepung serbaguna 1 sdt bawang putih bubuk Air dingin secukupnya, Putih telor, garam . Pelapis: (aduk rata) 200 gr tepung terigu serbaguna 1 sdt bubuk bawang putih . Bahan sambel bawang: (digoreng, lalu di uleg kasar) 15 cabai keriting merah 9 cabai rawit 7 butir bawang merah 3 butir bawang putih 1/2 buah tomat (bisa skip) Garam dan gula secukupnya * Kucurin dg air jeruk limau . Cara membuat: -  ambil ayam dari bumbu marinasi, masukkan ke bumbu pencelup Sampai rata. Balurkan di bahan pelapis, ayam diremas/ditekan2 biar tepung menempel. - goreng dengan api sedang sampai bewarna ke Kuningan dan matang. - geprek ayam di cobek sambal. Selamat mencoba . #resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resep...

Azab Di Dunia Dan Akhirat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta 'ala akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zhalim. Dan apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: 'Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.' (Qs. Huud (11): 102). (HR. Bukhari) IG : @islam_nasehat Blog : www.islam-nasehat.tk