Skip to main content

Jangan Sampai Riya Ketika Posting Dakwah Di Sosmed



Bismillah Alila coba jawab pertanyaan di atas ya Dear.
.
salahkah?
Wallahu'alam ya dear, kalau postingan kita ternyata mengajak yang lainnya mengingat Allah, banyak yang terinspirasi ingin mengaji karena kita posting photo kita bareng temen-temen pergi kekajian, maka itu nggak salah. Yang salah adalah jika memang niat kita memposting ingin memamerkan keshalihaan,mendapatkan pujian, perhatian manusia.
.
Di bawah ini ada sebuah kisah, semoga bisa memetik pelajaran dari kisahnya ya dear. 😊
.
Pada suatu hari "Wahai Kiyai, manakah yg lebih baik, seorang beragama yg ibadahnya banyak, tetapi kelakuannya buruk.. Ataukah seorang yg tidak beribadah, tapi kelakuannya baik pada sesama, tanya seorang santri kepada kiyainya
.
Maha Suci ALLAH, keduanya baik", ujar" sang kiyai sambil tersenyum "Lho, kok bisa?" desak sang santri. .
"Karena orang yg tekun beribadah itu boleh jadi akan dibimbing Allah Swt untuk berkelakuan mulia melalui ibadahnya... Sedangkan orang yg baik kelakuannya itu, boleh jadi akan dibimbing Allah Swt melalui rahmat-Nya untuk semakin taat kepadaNYA.
"Terus, siapa yg lebih buruk?", desak sang santri penasaran. Air mata mengalir di pipi sang kiyai "KITA NAK jawab beliau dengan suara tersendat... " Kitalah yang layak lisebut buruk_", sebab gemar menghabiskan waktu untuk "menilai orang lain",- melupakan diri sendiri..", jawab beliau sambil terisak "Kelak di hadapan ALLAH, kita ditanya tentang *diri ita", BUKAN tentang orang lain-
.
Nah kalau mau posting (menyebarkan kebaikan) niatin karena Allah aja, lurusin niat. Jangan andalkan perasaan takut kita atas pandangan manusia, karena bisa jdi banyak yang tersadarkan dengan postingan kita, kalaupun ada yang mengingatkan kita karena postingan kita berlebihan. Ingat jgn marah kepada mereka, jadikanlah diri ini lebih baik lagi, jgn takut dan ragu kalau kita menyampaikan kebenaran.
.
.
#DakwahTandaCinta

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Resep Ayam Geprek Kuning - Marimasak

AYAM GEPREK KUNING . Marimasak . Bahan: Dada ayam, cuci bersih, di potong2 Bumbu marinasi ayam dihaluskan : (sy marinasi 1 jam, ayam boleh di tempatkan di lemari es) 5 siung bawang putih 2 ruas kunyit 1 sdt garam 1 sdt ketumbar 2 sdt air jeruk nipis . Bumbu pencelup: (aduk rata) 100 gr tepung serbaguna 1 sdt bawang putih bubuk Air dingin secukupnya, Putih telor, garam . Pelapis: (aduk rata) 200 gr tepung terigu serbaguna 1 sdt bubuk bawang putih . Bahan sambel bawang: (digoreng, lalu di uleg kasar) 15 cabai keriting merah 9 cabai rawit 7 butir bawang merah 3 butir bawang putih 1/2 buah tomat (bisa skip) Garam dan gula secukupnya * Kucurin dg air jeruk limau . Cara membuat: -  ambil ayam dari bumbu marinasi, masukkan ke bumbu pencelup Sampai rata. Balurkan di bahan pelapis, ayam diremas/ditekan2 biar tepung menempel. - goreng dengan api sedang sampai bewarna ke Kuningan dan matang. - geprek ayam di cobek sambal. Selamat mencoba . #resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resep...

Azab Di Dunia Dan Akhirat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta 'ala akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zhalim. Dan apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: 'Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.' (Qs. Huud (11): 102). (HR. Bukhari) IG : @islam_nasehat Blog : www.islam-nasehat.tk